ILMU SOSIAL DASAR
|
DITULIS OLEH :
ACHMAD MAULANA HASAN
Setiap pergantian tahun, pasti selalu ada yang namanya
malam tahun baru. Malam tahun baru memang sangat sepesial bagi semua orang yang
merayakannya. Ada juga yang menghabiskan malam tahun barunya dengan berlibur ke
suatu tempat atau berkumpul dengan keluarga. Namun kebanyakan orang merayakan
malam tahun baru dengan cara datang kesuatu tempat. Jika orang indonesia
biasanya pergi ke monas atau mengikuti acara acara musik yang diadakan untuk
menyambut malam tersebut. Selain itu banyak para pedagang yang sibuk untuk
berjualan. Misalnya terompet, kembang api, jagung, ayam panggang, dll. Bagi
para penjual terompet, malam pergantian tahun sangatlah menguntungkan.
Bagaimana tidak, jika malam tahun baru tidak ada terompet maka tidak akan seru.
Tidak jauh beda dengan penjual terompet, penjual petasan atau kembang api
sangatlah banyak. Barang ini yang paling diserbu oleh para pembeli untuk bisa
memasangnya di malam tahun baru.. khususnya pada pukul 00.00.
Sebelum ke puncak acara, sambil
menunggu waktu pergantian tahun, biasanya orang orang merayakannya dengan bakar
bakar. Ada yang bakar ayam, jagung, sosis, dll. Acara ini paling seru saat
bersama keluarga, atau juga bisa dengan teman teman. Selain bakar bakar, ada
juga kegiatan lainnya, seperti konvoy dengan teman teman ke sambil menikmati
suasana malam, atau juga bisa bermain karambol dengan keluarga.
Saat waktu sudah hampir jam 12
malam, orang orang sudah siap siap menyalakan kembang api yang sudah dibeli
tadi. Saat jam 12 kurang 1 menit, ada juga acara acara konser musik yang ramai
ramai untuk menghitung mundur. Misalnya dari 15 detik menuju tahun baru. Saat
sudah jam 00.00 barulah orang orang di seluruh dunia menyalakan kembang api dan
meniup terompet sebagai tanda pergantian tahun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar