HAKEKAT
MANUSIA
Manusia sebagai mahluk yang
memiliki budaya dapat menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan, kedamaian, dan
mampu bertanggung jawab. Manusia diciptakan oleh tuhan sebagai mahluk yang
sempurna dibandingkan mahluk lain. Hewan hanya memiliki nafsu sedangkan manusia
memiliki nafsu dan akal. Akal adalah kemampuan berfikir manusia sebagai kodrat
alami yang dimiliki. Berfikir merupakan pertumbuhan oprasional dari akar yang
mendorong untuk aktif berbuat untuk melakukan hal yang positif yang dapat menguntungkan
bagi diri sendiri dan orang lain.
Manusia
memiliki sifat wujud, hidup, dibekali nafsu serta akal dan budi. Akal budi
merupakan potensi yang dimiliki manusia dan tidak dimiliki oleh mahluk lain.
Fungsi dari akal adalah berfikir. Budi yang berarti panduan akal dan perasaan
yang dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan adanya akal
budi manusia dapat menciptakan, memperbaharui, memperbaiki, mengembangkan dan
dapat meningkatkan sesuatu untuk kepentingan hidup manusia. Sebagai contoh
manusia dapat membangun rumah, bekerjasama untuk gotong royong, dll.
- Ciri dari hakekat manusia :
- Mahluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Artinya Tubuh adalah bagian yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya ada tetapi tidak abadi. Jika manusia meninggal, tubuhnya akan hancur dan lenyap tapi jiwanya lepas dan kembali keasalnya yaitu tuhan.
- Mahluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahluk ciptaan tuhan yang lain. Artinya Kesempurnaannya ada pada adab dan budayanya. Serta memiliki akal, perasaan, dan pikiran.
- Mahluk hayati dan budayawi. Artinya Sebagai mahluk hayati, manusia dapat mempelajari tentang anatomi, fisiologi, biokimia, genetika dll. Sebagai mahluk budayawi, manusia dapat mempelajari segi kemasyarakatan, kekerabatan, kesenian, sosial, ekonomi dll.
- Kepentingan hidup manusia dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan hidup secara umum kebutuhan manusia dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
- Kebutuhan yang bersifat kebedaan yaitu ada sarana prasarana, badani dan ragawi atau jasmani dan biologis.
- Kebutuhan tuhan yang bersifat rohani dan pisikologi atau mental.
Jadi
dengan akal budi manusia mampu menciptakan kebudayaannya pada dasarnya adalah
hasil akal budi manusia dalam interaksinya baik dengan alam maupun manusia
lainnya. Manusia mahluk hidup yang berbudaya dan manusia adalah pencipta
kebudayaan.
Tema : Hakekat Manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar