PANDANGAN HIDUP
Pandangan hidup pribadi adalah sarana untuk
mencapai tujuan dan cita cita yang diinginkan. Percaya pada pandangan hidup
akan memperoleh manfaat untuk kita. Saya mempunyai pandangan hidup yaitu
percaya kepada Allah Swt dan kitab suci Al-Qur’an serta sunah sunah para nabi. Selain
itu nasehat kedua orang tua juga sangat berpengaruh untuk masa depan. Mereka akan
memberikan masukan masukan yang baik untuk anaknya. Oleh karena itu percaya
pada segala hal yang baik akan baik juga imbalannya. Sebagai manusia kita harus
tetap fokus kedepan dan jalani apa yang ada. Kita tidak boleh terus memikirkan
masa lalu yang membuat kita menjadi ragu. Jika ada masalah masalah yang terjadi
di masa lalu, kita bisa menjadikan bahan pelajaran agar tidak mengulangi
kesalahan yang sama.
Sebagai warga negara yang baik kita
harus berpandangan kepada Pancasila agar mampu mengatur kehidupan bernegara. Generasi
muda harusnya dibekali dengan pendalaman agama yang baik dan pelajaran sosial
yang cukup. Dengan dibekali pelajaran tersebut membuat generasi muda mempunyai
pandangan hidup yang baik bagi bangsa dan negara.
Langkah-Langkah Dalam Berpandangan Hidup Lebih Baik
·
Mengenal
Mengenal ini merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu
merupakan tahap pertama dan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini
mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap
manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup.
·
Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang balk adalah
mengcrti. Mengerti di sini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu
sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam
berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan
bagaimana mengatur kehidupan bernegara. Begitu juga bagi yang berpandangan
hidup pada agama islam, hendaknya kita mengerti apa itu AlQur’an, hadits dan
ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mcngatur kehidupan baik di dunia maupun
di akherat. Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan dan mana Al Qur’an,
hadits dan ijmak itu. Sehingga dengan demikian mempunyai suatu konsep pengrtian
tentang pandangan hidup Islam itu.
·
Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup
adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita
mcniperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya,
yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup
itu sendiri. Dengan menganalisa dan bertanya kepada orang yang lebih mampu
dalam pemahaman pandangan hidup.
·
Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitasnya, baik
secara kemanusiaan, maupun ditinjau dan segi kemasyarakatan maupun bernegara
dan dan kehidupan di akherat, maka hendaknya kita menyakini pandangan hidup
yang telah kita hayati itu. Meyakini memerupakan suatu hal untuk cenderung
memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. Dengan
yakin (meyakini) berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap
pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada
kecenderungan untuk selalu brpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindakannya
atau setidak-tidaknya tingkah laku dan tindakannya selalu dipengaruhi oleh pandangan
hidup yang diyakininya.
·
Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam
menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh
dirinya lebih – lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan
manfaatnya. Sedangkan perwujudan manfaat
mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan mengabdi itu
sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di
alam akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi
kepada orang kedua orang tua. Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti,
menghayati dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan
pengabdian.
·
Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir.
Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya
lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan
langkah yang terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran
dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya pandangan hidup itu. Misalnya
seorang yang beragama Islam dan berpegang teguh kepada pandangan hidupnya, lain
suatu ketika dia dicela baik secara langsung ataupun secara tidak Iangsung, maka
jelas dia tak menenima celaan itu. Bahkan bila ada orang yang ingin merusak
atau bahkan ingin memusnahkan agama Islam baik terang-terangan ataupun secara
diam-diam, sudah tentu dan sudah selayaknya bila kita mengadakan tindakan
terhadap segala sesuatuyang menjadi pengganggu. Dengan kata lain para pengikut
pandangan hidup Islam akan bertindak untuk mengamankan terhadap segala tindakan
yang bermaksud atau ingin mengganggu salah satu diantara pandangan hidup itu,
pasti ditindak selain oleh Allah kelak juga oleh para pengikut Islam
itu sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar