Senin, 15 Juni 2015

PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup pribadi adalah sarana untuk mencapai tujuan dan cita cita yang diinginkan. Percaya pada pandangan hidup akan memperoleh manfaat untuk kita. Saya mempunyai pandangan hidup yaitu percaya kepada Allah Swt dan kitab suci Al-Qur’an serta sunah sunah para nabi. Selain itu nasehat kedua orang tua juga sangat berpengaruh untuk masa depan. Mereka akan memberikan masukan masukan yang baik untuk anaknya. Oleh karena itu percaya pada segala hal yang baik akan baik juga imbalannya. Sebagai manusia kita harus tetap fokus kedepan dan jalani apa yang ada. Kita tidak boleh terus memikirkan masa lalu yang membuat kita menjadi ragu. Jika ada masalah masalah yang terjadi di masa lalu, kita bisa menjadikan bahan pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
            Sebagai warga negara yang baik kita harus berpandangan kepada Pancasila agar mampu mengatur kehidupan bernegara. Generasi muda harusnya dibekali dengan pendalaman agama yang baik dan pelajaran sosial yang cukup. Dengan dibekali pelajaran tersebut membuat generasi muda mempunyai pandangan hidup yang baik bagi bangsa dan negara.

Langkah-Langkah Dalam Berpandangan Hidup Lebih Baik
·          Mengenal
Mengenal ini merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dan setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup. Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia itu pasti mempunyai pandangan hidup.

·          Mengerti
Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang balk adalah mengcrti. Mengerti di sini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara. Begitu juga bagi yang berpandangan hidup pada agama islam, hendaknya kita mengerti apa itu AlQur’an, hadits dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mcngatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat. Selain itu juga kita mengerti untuk apa dan dan mana Al Qur’an, hadits dan ijmak itu. Sehingga dengan demikian mempunyai suatu konsep pengrtian tentang pandangan hidup Islam itu.

·          Menghayati
Langkah selanjutnya setelah mengerti pandangan hidup adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita mcniperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai pandangan hidup itu sendiri. Menghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Dengan menganalisa dan bertanya kepada orang yang lebih mampu dalam pemahaman pandangan hidup.

·          Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitasnya, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dan segi kemasyarakatan maupun bernegara dan dan kehidupan di akherat, maka hendaknya kita menyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Meyakini memerupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. Dengan yakin (meyakini) berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu brpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindakannya atau setidak-tidaknya tingkah laku dan tindakannya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

·          Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih – lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Sedangkan  perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri. Dan mengabdi itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat. Dampak berpandangan hidup Islam yang antara lain yaitu mengabdi kepada orang kedua orang tua. Jadi bila kita sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian.

·          Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu akan ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah yang terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tetap tegaknya pandangan hidup itu. Misalnya seorang yang beragama Islam dan berpegang teguh kepada pandangan hidupnya, lain suatu ketika dia dicela baik secara langsung ataupun secara tidak Iangsung, maka jelas dia tak menenima celaan itu. Bahkan bila ada orang yang ingin merusak atau bahkan ingin memusnahkan agama Islam baik terang-terangan ataupun secara diam-diam, sudah tentu dan sudah selayaknya bila kita mengadakan tindakan terhadap segala sesuatuyang menjadi pengganggu. Dengan kata lain para pengikut pandangan hidup Islam akan bertindak untuk mengamankan terhadap segala tindakan yang bermaksud atau ingin mengganggu salah satu diantara pandangan hidup itu, pasti ditindak selain oleh Allah kelak  juga oleh para pengikut Islam itu sendiri.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar